Sabtu, 12 Maret 2011

surat cinta untuk Ibu

Nama : Rosmawati
NIM : 208 203 844



Ku persembahkan puisi-puisi ini
Teruntuk Almarhumah Ibundaku Tersayang




_Ibu_


Ibu......
Betapa hati takkan pilu
Bila ku rindu
Bila ku mengenangmu
Semasa hidupmu

Ibu......
Kini engkau telah pergi
Pergi tuk s’lama-lamanya
Ibu....Ibu....Ibu....
Tiada lagi tawa
Tiada lagi canda bersamamu

Ibu......
Ku rindu belaianmu
Ku rindu kasihmu
Hanya air mata
Sebagai pertanda
Sedihnya hati ini
Hampanya jiwa ini
Bila ku ingat
Yang terkasih....Yang tercinta....Telah tiada

Ibu....I love you full....






Kemana Kau Pergi CINTA??????



Hari-hari sepi
Hari-hari sunyi
Hari-hari pilu tanpamu disisiku
Tiada lagi tawa......Tiada lagi canda
Hanya kehampaan yang meliputi
Jiwa yang dirundung kegalauan

Bila kurasakan
Bila ku mengingatmu......Dirimu.....Namamu.....
Engkau begitu berarti
Dan......Sangat berarti bagiku......
Karena engkau adalah lentera hatiku......

Kini yang kurasakan
Dari hari kehari yang ku lalui
Hanya kebingungan dan kebingungan
Untuk melangkah kemana???
Dan harus berbuat apa??? Untuk apa???

Karena risau dan galaunya hati ini
Membuat redupnya apa arti dari kehidupan
Namun......Aku menyadari
Bahwa hidup adalah anugerah
Kematian adalah pasti
Hanya soal waktu
Yang pasti dan pasti akan terjadi......













Satu Rinduku Padamu Ibu......

Kupandangi sebuah foto
Terlihat senyum manis di bibirmu
Hati ini terhanyut mengenang
Akan tulusnya kasih dan sayang
Darimu Ibu......

Terbayang, satu wajah
Penuh Cinta.....Penuh Kasih......Penuh Sayang......
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
O Ibu......

Betapa sepinya aku disini
Bergulir dengan hitamnya hari
Namun aku yakin segala do’amu
Selalu terpanjat untukku.....
O Ibu......Kau Ibu......

Maafkanlah aku
Sungguh besar cintamu padaku
Maafkan aku yang belum pernah bisa
Tuk membalas semua cinta yang engkau berikan untukku....
Malah ku tancapkan duri
Hingga saatnya engkau pergi dariku Ibu......

Kini hanya ada rasa bersalah dan sesal
Karena, aku selalu mengacuhkan s’gala petuah darimu......
Ibu......Dengar aku......Aku bersumpah
Tuk kemballi seperti dulu
Yang penuh dengan keceriaan
O Ibu......

Ibu......Maafkanlah aku
Ibu......Selamat Jalan
Ibu......Ampunilah aku
Selamat Jalan Ibu......



Sebelumnya aQ minta maaf buat sahabat2 kuw di Pend. Matematika, khuzuz’y di Pen. Matematika kelas C semester V yang t’lah menjadi inspirasi kuw dlm menulizkn surat ney... Bukan maksud aQ untk m’bwt kalian semua larut dlm kesedihan, tapi......Inilah kehidupan yg benar2 haruzz Q-ta jalanin......


Teruntuk Almarhumah Ibundaku tersayang

Ibu perkasa yang sudah membesarkanku dan
juga 3 orang saudara N saudariku
dengan kasih sayang dan kelembutanmu
Jazakillah khair atas s’gala pengorbananmu
Mohon maaf atas Bakti yang masih berantakan
Semoga Allah SWT mengantarkan Bunda ke Surga-
Nya dan juga kita semua
I love u full......Allahummaghfir lii wali waalidayya
Warhamhuma kamaa rabbayaa nii shagiiraa. Amiiin!!


Surat Cinta untuk Ibundaku di Surga............
Bismillaah......

Sabtu, 20 November 2010. 12.30 WIB

Selamat pagi Ema...........Apa kabar???? { “Ema” adalah panggilan sayangku untuk seorang Ibu}.
Sudah pagi, ayo bangun......Jangan tidur teruzzz,,,,. Begitu kalimat yg s’lalu kau ucapkn s’tiap pagi di saat kau bangunkan anak2mu dari tidur..
K’napa setelah k’pergianmu, aQ baru sadar betapa aQ sangatttt sayang, kangeunnn N m’butuhknmu. Sepi N tak ada arti’y lgi hidupku tanpamu di sisiku..
Banyak s’kali kenangan2 indah bersamamu, mungkin....Seribu kertaspun gak akn muat untk menampung s’luruh tulizn2 kuw..,,,
S’moga Ema baek2 aj. aQ yakin Ema bahagia N nyaman di sisi-Nya. Keadaan aQ, Bapak, Mpo N Adek2 juga baek2 aj Ema,,..Walowpun t’kdang aQ masih gak percaya klw Ema udh pergi, aQ gak bza ng’lupain k’nangan2 Q-ta.
aQ ng’rasa Ema masih ad d dkat kuw, yg s’lalu b’canda, m’nemaniku dlm suka maupun duka. Pazti Ema masih ingat, jika pagi haruz m’bangunkan aQ N adek2,,, N t’kadang menjewer telinga kami. Hehehehehehe,,,,,,.....

Saat kau masih ada,,,.....

Siang itu, dalam ruangan kecil bersahaja yg biasa engkau jadikan tempat untk menghadap-Nya, air mata mengalir dari wajah indahmu. Engkau terisak. Engkau tersedu. Engkau menangis, Ema. aQ pun menangis karenanya. Meskipun aQ tak tahu mengapa aQ menangis. Yang kutahu, adalah ketika membaca guratan wajahmu, ada jutaan luka yg telah sekian lama kau simpan. Ada kecewa yg telah ratusan hari kau biarkan menganga.
aQ, anakmu Ema. Dalam darahku ada darahmu. Dalam nadiku ada denyutmu. Dalam nafasku ada ruhmu. Dalam hatiku ada cintamu. Engkaulah yg menjadi perantara aQ terlahir ke dunia, setelah rentetan peristiwa yg sungguh luar biasa. Setelah sakit demi sakit yg kau derita bertahun-tahun. Siang dan malam. Maka, pada hari ini....Tepat genapnya 1 tahun kepergianmu dari sisi kuw...Izinkan aQ sekedar menyatakan rasa cinta yg begitu dalam, rasa takzim yg paling 'adhim untukmu, Ema. aQ ingin engkau tahu bahwa cinta anakmu ini, mengalahkan cinta mentari pada bumi. Mengalahkan cinta ribuan bintang pada selendang malam.
Siang itu, engkau menangis. aQ pun menangis. aQ tahu, airmata itu meyiratkan banyak luka. aQ tahu airmata itu adalah luapan rasa cinta yg tak bisa kau buat nyata. Karena cinta yg kau punya terlalu sempurna, Ema. Karena cinta itu terlalu raya untuk bisa kutafsirkan dengan anganku, Ema. Seandainya ada seseorang yg boleh aQ sembah. Maka, aQ akan menyembahmu, Ema. Seandainya sejak bayi dulu aQ sadar N tahu bahwa engkaulah ratu kehidupanku, maka, pasti aQ akan memelukmu,,,Ema. Pasti aQ akan menciummu. aQ tidak akan pernah menyusahkanmu,,,,Ema.
aQ anakmu Ema. Anak yg engkau pelihara dg penuh kasih sayang sebagai buah cinta abadi antara engkau N bapak.
Saat-saat terakhir menjelang kepergianmu,,,....
Siang itu, setelah beberapa hari koma di rumah sakit...Setelah aQ m’berimu makan walwpn lwat selang infusan, N meminumkanmu obat....Tepat pukul 12.30, Jum’at, 20 November tahun lalu. Setelah shalat Jum’at...Engkau m’buka mata hanya sebentar N s’tlh itu tersenyum untk yg t’akhir kali’y.....Emapun t’lah tenang menghadap-Nya.......Mungkin Tuhan punya maksud lain di balik semua ney... Ema t’lah dimerdekakan oleh-Nya....agar Ema t’lepaz dr s’gala sakit yg m’nggerogoti kepala Ema,,,aQ tahu Ema udh Bahagia bersama Gusti Allah di Surga.....
Tuhan,,,,aQ titip Emaku.....Bahagiakan ia s’lalu, tempatkan ia disisi-Mu agar ia s’lalu bahagia N tersenyum,,,.....
aQ anakmu Ema. Anakmu yg kini telah dewasa. Anakmu yg kini hendak mengejar gelar “Sarjana” di kota ini. Anakmu yg hingga usianya yg ke-20 belum bisa m’buatmu bahagia, atw sekedar menciptakan simpul-simpul indah di bibirmu. Sampai ajal menjemputmu, aQ masih belum bisa m’buatmu bahagia. Maafkan aQ Ema, yg hanya bisa m’mbuatmu b’sedih dan b’duka. Maafkan aku Ema, yg hanya bisa m’nyusahkanmu. Maafkan aQ Ema, yg t’lah ribuan hari tak peduli pada cinta yg kau bagi. Untukku, untk adek2ku, untk Bapak N untk Mpo. Maafkan aQ Ema, aQ t’lalu lemah berpijak dan melangkah, tidak seperti engkau yg gagah N tanpa keluh kesah dalam membimbingku. Mengajariku melafalkan huruf a, ba, tsa. Mengeja kehidupan yg luar biasa ney..
Maafkan aQ Ema yg tak bisa menjadi kakak yg baik bagi adik-adikku, seperti yg engkau harapkan. Meski hingga kini aQ terus berusaha mewujudkan keinginanmu itu....
aQ benar-benar merasakan cintamu. aQ benar-benar merasakan ketulusanmu dalam mendidikku. Hamparan indah sebuah cinta sederhana yg selalu ingin kau nikmati dariku. Hanya ingin melihatku bahagia!. Tanpa peduli jika nanti kau harus terluka dalam mewujudkan bahagiaku. Bukankah saat itu engkau berkata, bahwa bahagiaku adalah bahagiamu juga? Bahagia anak2mu adalah bahagiamu juga?????
aQ anakmu Ema...yg begitu terlahir ke dunia ney kau sambut dg tawa N senyum mesra. aQ anakmu Ema, yg selalu N selalu kau harapkan menjadi anak yg shalehah. Selalu kau harapkan menjadi manusia yg berguna. Sukses dunia akhirat. S’tiap saat, s’tiap kesempatan munajat aQ tahu engkau s’llu mendo’akanku dg linangan air mata N cinta yg tak terhingga, kemudian kau kirimkan pada pemilik surga. Engkau berharap Ia membacanya dan mewujudkan citamu itu.
Surat ini adalah persembahan cinta yg mungkin selama ini belum terasa nyata bagimu. Sayangku padamu memang tak mampu kuungkapkan kecuali dengan bahasa kata-kata. Cintaku kepadamu memang tak mampu kuungkapkan melalui lisan. Semoga dengan goresan kecil ini akan senantiasa mengekalkan jalinan cinta di antara Q-ta, menumbuhkan kasih sayang yg lebih tak terhingga N akhirnya menjadi jalan bagi kita untuk bertemu kembali di Surga.
Ema,,,,aQ berjanji akn s’lalu tabah, kuat dalam menghadapi kerasnya hidup ney...Walowpun tanpa Ema disisiku,,,,,,
Walowpun aQ sering nangizzz saat aQ ingat Ema, Itu k’rna aQ sayang Ema,,,,.....
aQ akn s’lalu mngingat kta2mu n akn mnjalnkn’y. Kta2 s’mangatmu yg engkau berikan untk kuw,,,...
“Anak Ema pasti BISA!!!!! Jangan nangizzzzz, jangan sedih.... Anak Ema haruzz kuat, gak bolh cengeng... Orang lain aj Bisa, knapa Q-ta gak Bisa!!”
S’kali lagi,,,,,t’rima kasih Ema.........
Selamat Jalan............S’moga Bahagia di Surga........
Salam cium, peluk, rindu N sayang buat Ema di Surga...........


Dari anakmu...........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

math

math
love math